PARIGI- Pemekaran Kelurahan Bantaya diwacanakan. Wacana itu dilontarkan pemuda Kelurahan Bantaya. Salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Bantaya, Jhony Telong SE mengatakan, Kelurahan Bantaya layak dimekarkan bila melihat luas wilayah dan jumlah penduduknya yang begitu banyak.
Menurut Jhony, saat ini penduduk Kelurahan Bantaya sangat padat. Bila dibandingkan dengan Kelurahan lainnya, Bantaya merupakan Kelurahan yang paling banyak memiliki penduduk.
Berdasakan data yang ada, di Kelurahan Bantaya sebut Jhony, terdapat 1882 Kepala Keluarga (KK) atau 5236 jiwa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kelurahan Bantaya memiliki empat lingkungan, delapan RW dan 16 RT. Bila melihat data tersebut, maka Kelurahan Bantaya sangat layak dimekarkan.
Jhony mengaku telah mengkomunikasikan pemekaran itu kepada salah seorang pejabat di Bagian Pemerintahan Umum (PUM) Setda Parimo. Menurut Jhony, pejabat tersebut memberikan apresiasi positif terhadap wacana pemekaran itu.
Selain itu kata Jhony, wacana pemekaran ini telah dikomunikasikannya kepada sejumlah warga Kelurahan Bantaya.
“Alhasil, mereka setuju dengan pemekaran ini,” kata Jhony kepada Radar Parimo, Minggu (20/2).
Jhony mengaku akan mengintensifkan sosialisasi pemekaran ini ketingkat masyarakat. Bahkan dalam waktu dekat, akan mengajak warga Kelurahan Bantaya untuk menggelar pertemuan dalam rangka menguatkan proses perjuangan pemekaran itu.
Sementara Wakil Ketua DPRD, H. Usman Yamin mengaku setuju bila Kelurahan Bantaya dimekarkan.
Menurut Usman Yamin, Kelurahan Bantaya sudah perlu dimekarkan karena aparat kelurahan cukup kesulitan melayani penduduk yang jumlahnya begitu banyak.
Disisi lain kata Usman Yamin, anggaran operasional pemerintah Kelurahan Bantaya sangat terbatas untuk membiayai aparatnya yang begitu banyak.
“Anggaran pemerintah Kelurahan Bantaya setiap tahun hanya Rp90 juta. Anggarannya sama jumlahnya dengan kelurahan lain. Padahal jumlah aparat dan penduduk Kelurahan Bantaya lebih banyak daripada Kelurahan lain. Makanya Kelurahan Bantaya perlu dimekarkan agar anggaran yang sedikit itu dapat dimanfaatkan lebih maksimal, efektif dan efisien,” kata Usman Yamin yang juga warga Kelurahan Bantaya.
Selain itu kata Usman Yamin, pemekaran akan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Penduduk Kelurahan Bantaya kata dia, dominan berprofesi sebagai nelayan. Jika wilayah yang dimekarkan nantinya itu, dominan mencangkup wilayah pantai, maka pemerintah Kelurahan yang terbentuk kelak, akan lebih fokus kepada peningkatan ekonomi para nelayan.
Olehnya ia menghimbau kepada warga Bantaya khususnya kalangan pemuda lebih serius memperjuangkan pemekaran itu. (wan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar