Jumat, 18 Februari 2011

Warga Eks Swapraja Moutong Merasa Dianaktirikan

Terkait Pembangunan Infrastruktur
PARIGI- Warga diwilayah eks Swapraja Moutong merasa dianaktirikan oleh pemerintah daerah terkait pembangunan infrastruktur. Keluhan warga eks swapraja Moutong mengenai hal ini disampaikan delapan Kepala Desa (Kades) dan satu Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) kepada Ketua DPRD, Mohammad Taufik Borman, Minggu (12/12) malam.
Mereka adalah Kades Lombok Kecamatan Tinombo, Kaligis, Kades Tibu Kecamatan Tinombo, Sudarsono, Kades Baina’a Barat Kecamatan Tinombo, Rusman, Kades Mensung Kecamatan Mepanga, Idum Dg Pogili, Kades Tilung Kecamatan Tomini, Nu’man MK Anang, Kades Tingkulang Kecamatan Palasa, Dirham Dg Pasore, Kades Palasa Tangki Kecamatan Palasa, Ishak Laela, serta Ketua BPD Tingkulang, Abdul Gafar Pais.
Kepada Ketua DPRD, mereka mengungkapkan adanya perbedaan atau dugaan pilih kasih yang dilakukan Pemda dalam proses pembangunan infrastruktur.
Kades Mensung Idum Dg. Pogili mencontohkan, hampir semua jalan desa dan kecamatan diwilayah Selatan sudah diaspal, bahkan di hot mix. Tapi diwilayah utara, kondisi jalannya sangat memprihatinkan.
Sedangkan Kades Lombok, Kaligis mengungkapkan, dua kali peristiwa wabah diare di desanya dan menewaskan puluhan orang karena lambat tertangani oleh petugas kesehatan, diakibatkan oleh kondisi jalan yang buruk. Bahkan ada dusun yang sama sekali hanya bisa dilalui dengan sepeda motor.
Mereka berencana akan datang kembali dan langsung ke kantor DPRD Parimo dengan jumlah yang lebih banyak dengan melibatkan seluruh kades dan ketua BPD asal wilayah tersebut. (wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar